Minggu, 29 Juni 2014

because I'm strong, more than what you think

itu sugesti positif. iya sugesti positif ditengah kenegatifan yang saat ini sedang saya hadapi
apa yang terjadi? mungkin ini hanyalah perasaan saya yang terlalu 'dalam', terlalu dipikir, nggak bisa cuek. sudah saya coba untuk mengatasinya, salah satunya bercerita, tapi tetap saya ingin ungkapkan disini.

jarak jauh, itulah yang saya alami saat ini. awalnya berat, bisa dikatakan: I'm sick of that, yes real sick. sempet ngalamin meriang, mual, muntah, pusing nggak jelas sebelum bahkan sampai doi fix pindah. tapi ternyata hidup saya tidak seberat yang saya bayangkan sebelumnya kok. saya masih punya teman-teman yang bisa bikin saya ketawa. yeah, but life isn't easy as it. berjalan agak lama, mulailah muncul bahan bercandaan (baca ceng-cengan) karena status saya yang 'baru' ini. saya sih cuek aja, bodo amat dan cuma ketawa sama apa yang mereka bercandain ke saya. tapi sempet beberapa kali itu jadi bahan pikiran saya dan saya curhat ke doi. dan jawaban bijaknya yang selalu keluar:  "sabar dan terus berusaha untuk mencapai tujuan kamu dan saya, tujuan kita"
memang paling bisa doi mengeluarkan jurus andalannya itu dan saya hanya terdiam. seakan dia bicara: "eling" yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah: "ingat"

makin ke belakang, angin makin kuat berhembus dan itu membuat saya (sedikit) rapuh. disaat teman saya menceritakan kebahagiannya bersama pacar barunya saya hanya bisa berucap selamat, turut berbahagia dan tersenyum. sementara, saya hanya bisa menurunkan 'hujan' dari mata. memang saat ini saya belum bisa seperti dirinya, menikmati makan malam atau malam minggu bersama. saya iri? saya sirik? iri mungkin, tapi sirik no! setiap pasangan punya waktunya sendiri untuk itu. saya sudah merasakannya selama beberapa waktu lalu dan ia baru merasakannya kembali.
sempat merasa ingin kembali disaat saya bisa makan malam atau malam minggu bersama. kangen? IYA JELAS!! dan yang bisa saya lakukan hanya menurunkan 'hujan' lalu berdoa. nyesek rasanya jika melihat pasangan-pasangan baru di sebuah organisasi yang saya ikuti tertawa bercanda, bersama.

mungkinkah itu yang teman-teman saya rasakan dulu ketika saya baru memulai hubungan dengannya?

ada pula beberapa teman saya yang berbicara dengan teori-teori LDR yang katanya sih gak bertahan lama. sebenernya sih itu tergantung gimana kedua orang itu berkomunikasi, memahami dan mengerti satu sama lain. ada juga statement "yg setia kalah sama yg selalu ada" atau dengan pertanyaan ini "pulang sama siapa?" "sendiri" "nggak dijemput?" "......... (dijemput siapa?)". HAH! SAYA GERAH! saya berharap saya bisa menganggap semua hal tersebut hanya MENJADI ANGIN LALU yang tidak perlu saya pikirkan dalam-dalam. memang ya, kalo menuntut lingkungan yang mengerti kita memang tidak akan pernah ada habisnya, tapi bagaimana kita menyesuaikan diri dengan lingkungan :)

pergulatan batin. tapi saya selalu diingatkan ketika saya merasa hal seperti ini. harusnya saya bisa bersyukur, masih punya someone there yang peduli dan mau dengerin curhatan saya, yang selalu sabar ngadepin ketidaksabaran saya. terimakasih...

semoga yang belum dipertemukan dapat segera dipertemukan dengan yang terbaik yaa! bye.