Minggu, 4 Agustus 2013
Cussss Klaten!
peserta mudik keluarga depok ini bertambah 2 orang, sehingga jumlahnya jadi 6 orang. 2 orang tersebut adalah teman-teman mamaku. tante tante ini supeeerrr ceriwisnya, kalo kata mbak kristy mah nggak abis-abis baterainya, mau itu tengah malem juga bisa ketawa-tiwi, nyerocos ini itu.
biasanya edisi pemberangkatan itu adalah edisi susah move on. lho? kok gitu? iya, bukan susah move on dari lelaki ya, tapi berhubung udah cukup lama pulang dari perantauan dan menikmati nyamannya rumah yang lagi didandani, jadi yaaah bepergian selama seminggu meninggalkan rumah menjadi hal yang cukup berat, padahal biasanya juga ninggalin rumah berbulan-bulan yak untuk meuntut ilmu haha. apa sih yang bikin berat? opo maning, kalo bukan si mpuss tercinta. si modi, kaka, peci pastinya ngangeni, saya sendiri pun berpikir pastinya, siapa yang bakal ngasih makan? tapi dengan keyakinan kuat *wetseeeh* saya akhirnya berani meninggalkan mereka sementara waktu, karena mereka sudah cukup besar untuk mencari makan sendiri. cocoknya nyanyi lagu: selamat tinggal mpuss, sampe kita jumpa lagi. aku pergi cuma seminggu~
akhirnya setelah dadah dadah sama rumah dan si mpuss mpuss imut, naik mobil, duduk, tutup pintu daaaan time toooo say goodbyeeee
buat pemudik, tau lah pastinya istilah jalur selatan, yakan yadong? iya jadi si pengemudi memutuskan untuk melalui jalur selatan yang notabene bisa bikin badan bergoyang karena jalannya yang meliak-liuk bagai ular tak berbisa. hahahaha apabangetdeh
perjalanan kali ini cukup santai, si pengemudi berkata bahwa beliau tidak menargetkan waktu untuk sampai di tempat tujuan. alon-alon asal kelakon, yen kesel leren'o sek, ndang istirahat, ndang jalan. nahloh roaming gak tuh? hahaha. ya intinya sih pelan-pelan aja, gak usah buru-buru sampe di tempat tujuan, yang penting selamat! naaaah
saya sendiri cukup enjoy dengan perjalanan kali ini, karena tempat duduk yang saya tempati luaaas, sengaja memang mengambil tempat duduk paling belakang, biar bisa tiduran sendiri hahaha, biarlah orang berkata apa. ditambah lagi, saya juga ditemani oleh sebuah mp3 player yang dianugerahkan emak bapak wekekek
perjalanan ditempuh selama 24 jam lebih. lho? kok lama banget? ya jadi karena prinsip "tak mentargetkan waktu" jadi secapeknya yo leren sek hehe. ditambah lagi, ketika keluarga pemudik depok ini melewati jalur alternatif di purworejo untuk menghindari macet, eeeeh ndelalah liat ada plang bertuliskan: Pantai Keburuhan. si emak bapak yang ngerti banget anaknya butuh holidei ini pun bertanya, "dek, mau mampir kesana nggak?" awalnya nggak ngeh karena kuping disumpel headset, lha tak kira ditawarin minum dawet ireng karena disebelah kiri jalan ada penjual dawet ireng. hahaha aneh-aneh. setelah tau mau ke pantai, saya yang lagi butuh banget hiburan pun tanpa pikir panjang berkata: "MAUUUU!!" jadilah si pengemudi membelokkan mobil dan berjalan menuju Pantai Keburuhan.
yak, Pantai Keburuhan. sepi. cuma terdengar desiran angin pantai. wuss wusss~ wah ternyata pantai ini bukanlah pantai wisata, tetapi hanya berupa pantai yang digunakan nelayan untuk melaut. tapi tak apa, gak ada salahnya juga refreshing to hehe. pantai ini ombaknya juga cukup 'galak', tidak ada pemecah ombak disini, maka sangat dianjurkan bagi para orang tua yang sekiranya datang ke pantai ini untuk menjaga anak-anaknya, karena disini tidak ada bodi gado-gado, eh bodyguard maksudnya ahaha *bodi gado-gado itu kata shinchan*
kalo misalnya liat dari google earth, ini nih tampak atasnya
setelah cukup memanjakan mata dengan panorama pantai, akhirnya kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, dan tentunya biar si penulis gak masuk angin gara-gara hembusan angin pantai yang begitu kencangnya ahaha. oke setelah perjalan panjang, akhirnya sampai diiiiii JOGJA. wah ini kota ngangeni, tenanan. sampe jogja istirahat dulu sejenak di rumah bude nya si penulis. ternyata rumah si bude ini selain ramai sama anak kosan juga ramai karena 2 cucu yang masih imut tapi nggak amit lagi ngunjungin neneknya. ah ternyata si penulis udah jadi tante-tante :"
cukup melepas rindu dengan bude dan keluarga kecil yang sudah menjadi besar itu, akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju klaten. jalanan rupanya padat merayap. maklum, orang jakarte lagi ngebak-ngebaki kota new york(arto) alias jogja hahaha
sekitar jam 7 malam hari senin tanggal 5 agustus akhirnya rombongan pemudik depok ini sampai juga di rumah mbah tercinta, Ngering, Jogonalan, Klaten. HORAAAAAY!! WE DID IT! WE DID IT! WED DID IT! HORAAAY!
lho lho tapi ternyata masih sepi di rumah keluarga besar Hardjosugito ini. hmm ternyata pakde bude om tante kangmas mbakyu belum dha mudik. jadi kamilah pemenangnya! hahahaha
masuk ke rumah mbah yang lebih luas dari rumah di depok tentunya sangat menyenangkan. teringat memori bersama sepupu-sepupu, tertawa lepas, gembira, saling bercanda... ah tidak ada yang menggantikan kenangan itu :' ya, that's why saya senaaang sekali jika bisa berkesempatan mengunjungi rumah almarhumah Mbah Kakung dan Putri Hardjosugito ini.
setelah menurunkan barang bawaan yang segeda gaban kayak diusir dari rumah ini, kami kemudian santap malam dan tertiduurrrr.
Terima kasih Tuhan Yesus telah membimbing kami selama perjalanan. Selamat malam para pemudik!